Menikmati Roti Prata di Belakang Padang


Siang itu, saya merasa bosan melihat hiruk pikuk Batam. Pada akhirnya saya teringat bahwa ada teman yang tinggal di Pulau Belakang Padang yang mana pulau tersebut adalah pulau yang paling dekat dengan Singapura. Bahkan, jika cuaca sedang cerah Singapura bisa terlihat dengan jelas dari Belakang Padang.  Saya langsung kontak teman saya yang tinggal di Belakang Padang, dan dia bersedia juga memberi tumpangan untuk menginap. Langsung saja saya berangkat naik bus ke Pelabuhan Motor Sangkut Sekupang. Untuk menuju Pulau Belakang Padang, kita harus naik pancung (perahu kayu traditional khas Melayu) selama sekitar 15-20 menit dengan membayar tiket sekali jalan seharga Rp. 15.000. Tidak ada jadwal yang pasti untuk pancung ke Belakang Padang, seperti merasa naik angkot gitu. Jam operasionalnya terakhir sekitar pukul 6 sore. Pulau Belakang Padang juga disebut sebagai Pulau Penawar Rindu, karena siapapun yang pernah kesini pasti akan ingin kembali.


Daya tarik yang saya dengar dari Pulau Belakang Padang ini adalah kuliner sarapan pagi. Bahkan ada orang yang rela pagi-pagi datang ke Pulau Belakang Padang hanya untuk sarapan dan kembali lagi ke Batam. Karena saat saya berangkat sudah siang, saya memutuskan untuk mencoba sarapan keesokan harinya.  Sesampainya saya di Pulau Belakang Padang, teman saya sudah stand by di pelabuhan dan menjemput saya. Lalu drop barang dirumahnya terlebih dahulu dan kita keliling Belakang Padang dengan menggunakan motor.


Belakang Padang





Suasana Jalanan di Pulau Belakang Padang.



Banyak masyarakat yang berprofesi sebagai nelayan dan memilih tinggal di tepi laut.


Bahkan ada juga cafe yang instagramable.




Dan ketika malam hari juga terdapat alun-alun tepi laut yang tidak kalah ramai.

Setelah lelah berjalan-jalan saya memutuskan untuk beristirahat dan tidak sabar untuk mencoba kuliner sarapan keesokan paginya. 


Pagi hari telah tiba, saya dan teman langsung tancap gas ke lokasi kuliner sarapan dekat pelabuhan. Teman saya menyarankan untuk membeli prata dan teh tarik. Langsung berhenti kita ke kedai Ameng dan memesan prata. Prata adalah sejenis rotih pipih dengan pengaruh india. Biasanya isiannya adalah telur dan dinikmati dengan kuah kari. Kedai Ameng ini buka pada pagi hari sampai malam hari. Harga makanan yang ditawarkan berkisar dari Rp. 5000- Rp.30.000. 


Prata di Kedai Ameng

Prata dan Kuah Kari.

Kedai Ameng Belakang Padang

Suasana Kedai Ameng.

Setelah menikmati prata dan teh tarik, saya menuju ke pelabuhan dan bersiap-siap untuk kembali ke Batam. Perjalanan ke Belakang Padang ini cukup menyenangkan untuk kabur sejenak dari padatnya suasana perkotaan di Batam. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat bagi teman-teman yang berencana untuk ke Belakang Padang.







Comments

  1. Kopinya pun sedap!
    Mantap Prop
    Oh ya... Tahu belakang Padang juga enak buangettt

    ReplyDelete
    Replies
    1. wow thank you! Lain kali pasti saya coba tahunya

      Delete

Post a Comment

Popular Posts